Senin, 03 Desember 2012

Aku Cinta Indonesia


 
Logo 100% Cinta Indonesia
100% Cinta Indonesia adalah kampanye untuk mempromosikan merek dan produk Indonesia yang diluncurkan tahun 2009. Meskipun pada awalnya kampanye ini awalnya bertujuan untuk meningkatkan kesadaran konsumen Indonesia dan mempromosikan produk dan merek Indonesia, pada perkembangannya kampanye ini tumbuh menjadi gerakan sosial masyarakat untuk menumbuhkan apresiasi dan rasa cinta kepada segala hal mengenai Indonesia, bukan hanya merek atau produk, tetapi termasuk makanan, kesenian, kerajinan tangan dan seni kriya, serta budaya Indonesia baik budaya tradisional maupun populer, serta banyak aspek mengenai Indonesia.
Sejarah
Kampanye ini diprakarsai oleh Kementerian Perdagangan Republik Indonesia dan Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, bertujuan untuk mengubah pandangan rakyat Indonesia yang selama ini menganggap produk impor berkualitas lebih baik daripada produk Indonesia. Kampanye "Cinta Indonesia" dan peluncuran logo ”100% Cinta Indonesia” diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada pembukaan pameran kerajinan Inacraft di Jakarta Convention Center, Rabu, 22 April 2009. Menurut presiden kampanye ini bertujuan untuk meningkatkan apresiasi dan kebanggaan menggunakan produk buatan Indonesia. Segala perusahaan, produk, dan merek dalam negeri didorong partisipasinya untuk mencantumkan logo ”100% Cinta Indonesia” pada kemasan porduknya, iklan atau materi promosi. Logo ini bebas digunakan oleh berbagai perusahaan atau pribadi Indonesia, meskipun berasal dan milik pemerintah Indonesia, logo ini dianggap sebagai ranah publik.

Logo dan Slogan

Makna "100% Cinta Indonesia" campaign logo:
  • Warna-warni yang ada pada logo merepresentasikan warna dari laut dan bumi Indonesia yang merupakan negara kepulauan. Warna merah putih mewakili bendera Indonesia. Merah berarti berani dan putih berarti suci.
  • Warna-warni yang ada pada logo juga merefleksikan keragaman kreatifitas bangsa Indonesia. Bayangkan betapa warna-warninya isi hidup kita. Ia mengingatkan betapa kayanya kita. Betapa kuatnya kreativitas kita.
  • Mengapa hurufnya seolah ‘terpotong'? Hal ini menunjukkan bahwa kreativitas bangsa Indonesia mampu ‘tampil' melampaui batas. Ia peng-iya-an... juga ekspresi tekad bersama dan dukungan kepada sesama dalam kesadaran kolektif membangun identitas Indonesia sebagai Bangsa Kreatif.
  • Logo ini memiliki makna yang mudah dimengerti oleh berbagai bangsa. Logo ini adalah penunjuk, pengingat dan penyadar bahwa kita pantas maju sebagai Bangsa Kreatif.
  • Makna ACI Untuk Dunia Internasional: Kami ingin menyatakan pada dunia bahwa karya rupa cipta Indonesia dibuat dengan seratus persen cinta kami sebagai orang Indonesia. Apa yang dibeli, apa yang dikenakan, apa yang dinikmati, apa yang dipajang... Adalah refleksi diri dari rasa menghargai budaya, paham pakem tradisi dan tentunya bukti cinta tanpa syarat kepada tanah air. Semua 'jadi' atas nama cinta, yang akan abadi.
  • Makna ACI Untuk Domestik: Ekspresi tekad bersama dan dukungan kepada sesama dalam kesadaran kolektif membangun identitas Indonesia sebagai bangsa kreatif. Cinta kami seratus persen pada Indonesia hadir absolut tanpa tanda tanya. Semua tergambar jelas ketika kami memakai, mencecap, menggenggam, mencipta... apa lagi yang harus diragukan. Di hati kami hanya ada  Indonesia.

Sejatinya Pemuda Indonesia



Negara Indonesia dibangun melalui peradaban yang sangat panjang dari jaman kerajaan hingga jaman modern. Otonomi daerah telah memberikan warna dalam perkembangan kepemimpinan di Indonesia. Golongan pemimpin identik dengan golongan tua di mana, para pemuda kurang diberikan kesempatan untuk dapat memimpin. Namun, patut untuk disadari bahwa batasan usia tidaklah menjamin kematangan seseorang untuk lebih maju. Pemimpin yang baik adalah seseorang yang dapat mengemban amanah perjuangan Bangsa Indonesia yang telah diamanatkan dalam pembukaan UUD 1945.
Salah satu bukti yang membangkitkan semangat kaum muda Indonesia entah di sadari atau tidak adalah dengan adanya tayangan iklan yang menyatakan “belum tua belum boleh bicara”. Ini adalah suatu bukti teguran untuk para pemuda di Indonesia, sadar atau tidak tayangan tersebut sebetulnya telah memberikan semangat kepada para pemuda untuk angkat bicara atau siap menjadi pemimpin dengan bekal ilmu pengetahuan dan kemampuan intelektualitas dengan tidak melihat kedudukan dan jabatan orang tuanya.
Apabila melihat perjuangan Bangsa Indonesia atau sering dibilang sebagai masa kejayaan nusantara, justru yang membawa nusantara berjaya adalah sosok pemimpin dari seorang pemuda yang mempunyai kemauan keras untuk memajukan nusantara. Berkat pejuangan dan kemauan keras tersebut akhirnya nusantara berada dalam puncak kejayaan.Sejarah Kerajaan Majapahit telah membuktikan, kemajuan kerajaan tersebut dipimpin di bawah seorang pemuda yakni Hayam Wuruk. Di mana Hayam Wuruk mendapatkan dukungan atau restu dari orang tuanya dan dari golongan tua untuk mengemban amanah memajukan nusantara. Namun, sekarang sungguh terbaik keadaanya, pemuda kurang diberikan kesempatan untuk menjadi pemimpin. Dominasi golongan tua telah menjadikan pemuda hanya sekadar ‘anak bawang’yang harus menuruti kehendak kaum tua.
Dalam sejarah Majapahit, Hayam Wuruk mendapatkan dukungan dari  Tribuanatunggaldewi (orang tuanya) dan Orang yang mempunyai pengaruh yakni Gajah Mada (golongan tua). Sejarah membuktikan bahwa sosok Hayam Wuruk yang mendapatkan restu dari orang tua dan dukungan dari golongan tua telah sukses membawa kejayaan nusantara. Sekarang kenapa peran orang tua dan golongan tua kurang memberikan kesempatan kepada para pemuda, justru yang terjadi adalah hegemoni hak-hak kaum muda.
Misalnya, batas usia untuk menjadi seorang pemimpin begitu banyak menemui kendala bagi para pemuda, seolah-oleh menganggap anak muda sekarang belum mempunyai kemampuan untuk memimpin, dengan dalih masih labil secara mental dan masih banyak emosional dalam mengambil keputusan. Kalau mau belajar dari buah kelapa justru semakin tua semakin enteng, nyaring bunyinya, dan koplak. Ini membuktikan bahwa semakin tua orang dengan mudah melontarkan kata-kata namun terkadang hanya sebatas bicara tanpa bertindak.Sejarah kemerdekaan Indonesia telah membuktikannya, perjuangan pemuda mendesak Soekarno-Hatta untuk segera memproklamasikan kemerdekaan adalah berkat perjuangan kaum muda pada saat itu. Entah apa yang akan terjadi saat sekarang apabila para pemuda tidak melakukan desakan terhadap golongan tua mungkin masih dalam penjajahan.
Batas usia akan membuktikan kematangan seseorang, tidaklah demikian dengan budaya sejarah Indonesia, justru dengan adanya doa dan dukungan orang tua serta golongan tua. Maka kepemimpinan pemuda sekarang tidaklah mustahil akan memberikan konstribusi yang dapat membawa ke jaman keemasan dengan bercermin pada sejarah masa lalu. Usia yang memberikan batasan kepada kaum muda dalam budaya Indonesia sebetulnya berpengaruh tanpa disadari. Sebagai bukti, remaja Indonesia telah banyak memberikan kontribusi dalam beberapa tahun terakhir seperti juara lomba bidang ilmu pengetahuan yang telah meraih emas dan masih banyak lagi sebagai bukti bahwa sebetulnya para pemuda dan masih banyak kemampuan lain yang belum terungkap.Pemuda sebagai ujung tombak bangsa Indonesia ternyata secara tidak langsung telah dihegemoni tentang hak-haknya oleh golongan tua yang merasa telah mapan dan lebih berpengalaman. Dalih itulah yang selalu didengung-dengunkan oleh kaum tua untuk menghegemoni hak-hak pemuda Indonesia.
HAM telah memberikan hak kepada seseorang untuk bebas berfikir namun, justru yang terjadi adalah hegemoni terhadap para intelektual muda. Intelektual muda seolah-olah hanya dijadikan sebagai alat pemuas kaum tua yang ingin mempertahankan hegemoninya tersebut. Salahkah, sekarang jika para pemuda Indonesia kurang dapat berkembang. Tentunya, hal itu tidak demikian adanya namun akibat belenggu hak-hak pemuda dalam mengembangkan dirinya yang selalu dihegemoni oleh golongan tua.Sudah saatnyalah sekarang, kaum muda Indonesia bangkit dan memperjuangkan hak-haknya. Selama ini, pemuda sendiri telah dinanabobokan oleh golongan tua hanya sebagai alat belaka. Adakah keadilan HAM apabila para pemuda terus dibelengu oleh dongeng-dongeng yang selalu menceritakan golongan tua dalam memimpin bangsa ini.
Sebagai bukti konkrit, itu semua dapat dilihat dengan jelas sekali di dunia kampus. Dunia kampus yang dinilai sebagai pusat akademik namun kurang memberikan kebebasan secara psikologis bagi kaum muda untuk dapat berkarya. Dosen dianggap sebagai dewa yang maha tahu, mahasiwa dianggap orang yang sedang diajari untuk tahu tentang apa yang disampaikannya.Bahkan, dalam organisasi kampus sendiri, senior selalu membanggakan dirinya dengan kata-kata “bagimana organisasi ini mau maju, lihat dong perjuangan abang dan emba kalian tempo dulu”. Sejujurnya kata tersebut kurang pantas untuk diucapkan oleh para senior di dunia akademik, sebab akan menimbulkan beban bukannya motivasi untuk maju dalam mengembangkan organisasi. Itulah bukti, bahwa hak kaum muda selalu mendapatkan tekanan dari golongan tua, senior dianggap paling tahu segala-galanya.
Pemuda sekarang harus dapat bangkit untuk memperjuangkan hak-haknya. Apabila ingin memajukan diri janganlah membiarkan terlena dalam buaian yang meninabobokan. Bangsa Indonesia sekarang sedang memerlukan pemuda yang tangguh dalam berjuang membawa kepada kejayaan. Sudah saatnyalah pemuda memperjuangkan hak-haknya agar dapat berkembang, selain itu juga golongan tua haruslah memberikan arahan kepada pemuda dan ibu bapak harus juga memberikan doa. Sebagai tradisi timur kita semua pecaya bahwa doa orang tua sangat manjur artinya dapat memberi kita kesenangan bahkan kesengsaraan.
Sesuai dengan pepatah Jawa “setetes banyu ngademi, seperci genik manasi”. Kata tersebut begitu sangat dalam artinya, bahwa doa orang tua akan memberikan kita kesejukan dan amarahnya akan mendatangkan malapetaka dalam kehidupan.Begitu pentingnya doa orang tua dan dukungan golongan tua sebagai pengarah, jika pemuda diberikan kesempatan ini maka dengan melihat kejayaan nusantara tidaklah mustahil Indonesia akan menjadi lebih baik dari sekarang. Sebab, pemuda mempunyai mobilitas yang lebih tinggi, orang tua memberikan arah terhadap mobilitas pemuda, dan ibu memberikan kesejukan.
Hak-hak pemuda tersebut apabila diberikan kesempatan yang lebih adil dari sekarang, maka setidaknya Indonesia akan mempunyai rasa percaya diri yang lebih. Sekarang, rasa percaya diri pemuda tanpa disadari telah terjangkit virus yang sangat mematikan, yakni dalam hal pergaulan yang selalu dinilai dengan materi sampai dengan hilangnya harga diri yang terus dihegemoni. Maka, sudah selayaknya pemuda ke depan memiliki peran dalam memajukan nilai peradan nusantara yang telah lama dirindukan oleh banyak kalangan.

                                                                                                                                                                              

Jumat, 23 November 2012

Kondisi Indonesia Sekarang = Krisis Kepemimpinan

           Pentingnya menghadirkan sosok pemimpin itu seharusnya mampu membawa perubahan bagi masa depan bangsa, ya kan?. Namun dalam perwujudannya sampai sekarang ini, rakyat justru harus banyak-banyak bersabar dan berdoa (lagi dan lagi) sampai asas dari, oleh dan untuk rakyat itu bener-bener terbukti. Akan tetapi realita yang terjadi saat ini, bangsa yang sedang memerlukan pemimpin yang benar-benar menunjukkan dirinya sebagai pemimpin sungguhan, justru dimanfaatkan oleh kebanyakan orang yang percaya diri menganggap dan mengatakan dirinya sebagai sesosok pemimpin, tetapi kelakuannya masih jauh dari tingkah laku serta citra seorang pemimpin sejati.

Itu sepotong cerita basi tentang kondisi saat ini. Nah masih dalam topik sama, sebagai seorang artis pencalonan sebagai seorang pemimpin itu bisa dimanfaatkan dari profesi keartisan yang dimilikinya. Gimana enggak? Ada iklan lewat modelnya mereka, sinetron juga mereka, buah bibir masyarakat yang lagi syur tetep pasti mereka. Hmmm… otomatis masyarakat se-Indonesia sudah tahu banyak tentang mereka kan? Hmm… ini nih saya jabarin calon Bupati yang berprofesi sebagai seorang artis.
  • Ayu Azhari wakil bupati sukabumi yang sudah siap dengan dana 10 M nya dengan mengendarai parpolnya, PDIP. akan tetapi peluang artis  itu sendiri diprediksi semakin menipis untuk lolos menjadi calon Wakil Bupati Sukabumi. Dikarenakan sejumlah partai koalisi non-parlemen yang semula berkoalisi dengan PDIP untuk mengusung Ayu, belakangan mengancam keluar dari koalisi. Pasalnya, mereka melihat sikap PDIP terhadap pencalonan Ayu tidak jelas.
  • Inul Daratista dicalonkan sebagai wakil  bupati malang dengan persiapan modal 60 M yang dikendarai oleh PKB.
  • Venna Melinda sebagai calon bupati blitar. Akan tetapi masih belum ada kepastian, meski sudah ada beberapa suara kader yang menginginkan untuk mencalonkan Venna Melinda sebagai calon Bupati Blitar.
  • Dede Yusuf yang menjadi Wakil Gubernur Jawa Barat
  • Rano Karno yang kini Wakil Bupati Tangerang
  • Ratih Sanggarwati, maju menjadi calon bupati di tanah kelahirannya, ngawi. Beliau yang sudah berkiprah lama di dunia politik bersama PPP, maju berkendaraankan PPP yang berkoalisi dengan PKB.
  • Emilia Contesa dari parpolny, PPP. Mencalonkan diri sebagai Bupati  Kabupaten Banyuwangi.
  • Julia Perez yang ikut andil dalam mencalonkan dirinya sebagai Wakil Bupati Pacitan 
Bukankah untuk menjadi seorang pemimpin itu harus mempunyai sesuatu yang besar. Besar akhlaknya, besar pemikirannya, besar jiwa kepemimpinannya, dan lainnya.  apakah ini yang dinamakan krisis Kepemimpinan, yang kebanyakan elit lokal justru menunjukkan arogansi dan krisis keteladanan. Sungguh ironis mengingat di zaman reformasi ini masih banyak pemimpin yang justru pandai dan berlomba-lomba mengelabui rakyat, bukan melayani rakyat. Era seperti sekarang ini harus dijadikan sebagai momentum perubahan. Pemimpin yang diperlukan bangsa ini adalah pemimpin yang mampu menggerakkan perubahan melalui jati diri yang cerdas dan jujur. Oleh sebab itulah, untuk kedepannya, kita berharap melalui mekanisme demokrasi yang akan berlangsung, baik lewat pemilu nasional maupun lewat pilkada, akan melahirkan pemimpin-pemimpin baru di tingkat lokal yang berjiwa reformis. Amin